Yuden Japan
Tampilkan postingan dengan label Refreshing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Refreshing. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Maret 2012

Berkunjung ke Ujung Utara Pulau Jawa,.,.,.,

Seperti pada post saya bulan kemarin ( Klik di sini ). Untuk refreshing saya berencana ingin ke Malang mengunjungi Jatim Park 2. Sayapun mencari informasi di internet dan bertanya teman tentang tiket kereta api dari Klaten-Malang, Transport dari stasiun ke Jatim Park 2, Penginapan, tempat wisata sekitarnya, dll. Tapi, pada hari kamis rencana gagal karena terbentur masalah waktu yang mepet ( tidak ada libur 2 hari ). Akhirnya planning di rubah ke Wonosobo dengan tujuan Dieng & Tegala Warna. Tapi, lagi-lagi rencana gagal karena kurangnya informasi rute perjalanan dari Klaten. Dan keputusan terakhir mengunjungi tempat wisata di Jepara. Dengan pertimbangan ada teman asli orang Jepara dan akan menjadi Guide perjalanan wisata tersebut.

Jumat, 02 Maret 2012

My FlashBack: Plessssiir ke Pulau Dewata..,., (2)

Selama di Bali saya benar-benar merasa seperti wisatawan. Karena saya selalu di ajak jalan-jalan oleh lek Rini dan Nduk Tri. Meskipun tidak selalu ke tempat-tempat wisata. Namun, cukup seru dan menyenangkan. Pada postingan kali ini saya akan melanjutkan tentang Pulau Dewata. Berikut ini yang masih tersisa di memori. Hehe..

My FlashBack: Plessssiir ke Pulau Dewata..,., (1)

Pertama kali saya datang ke Bali pada awal bulan Desember 2009 hanya sekedar refreshing. Setelah setahun lebih saya tinggal di Palopo sulawesi Selatan yang jauh dari tempat-tempat wisata. Akhirnya saya pun berkesempatan main ke Bali. Alhamdulillah ada Lek Rini yang tinggal di Bali sehingga, saya tidak harus menyewa penginapan & akan ada “guide” yang mengantarkan saya jalan-jalan di Bali.

My FlashBack : Sepenggal Episode ketika singgah di Parepare

Setelah tugas saya di Palopo selesai. Sayapun harus segera pulang ke Klaten. Sebelum meninggalkan sulawesi. Saya sengaja menyempatkan waktu berkunjung di rumah teman ( Jenx Iin ) di Pare-pare. Perjalanan saya tempuh dengan naik sebuah mobil travel dari Palopo – Parepare dengan tarif Rp. 50.000,-. Berangkat jam 11.00 Wita dan sampai di Parepare sekitar pukul 16.00 wita. Lagi-lagi saya tak punya kesempatan untuk berlama-lama di Parepare. Karena besok sore ( Pukul 19.00 wita ) saya harus sudah check in di Bandara untuk pulang.

Kamis, 01 Maret 2012

My FlashBack : Semalam di Makasar...

Saya tak pernah berpikir atau berangan-angan bisa menginjakkan kaki di Pulau Sulawesi. Namun, akhirnya Allah memberikan kesempatan & kesehatan bagi saya sehingga bisa menikmati suasana Makasar.

Saya datang ke Sulawesi ( Makasar ) Dengan naik pesawat Merpati Jogja-Ujung Pandang ( Makasar ). Berangkat dari Jogja sekitar pukul 06.00 wib dan menginjakkan kaki di Makasar ± pukul 08.45 Wita. Karena saya di Makasar hanya sehari semalam maka saya pun tak ingin melewatkan waktu yang ada. Saya diantar seorang teman ( Dini ) untuk menikmati senja di Pantai Losari.

Rabu, 29 Februari 2012

Sebuah Sejarah di Manisrenggo ( Serangan Umum 1 Maret 1949 )

Serangan Umum 1 Maret 1949 adalah serangan yang dilaksanakan pada tanggal 1 Maret 1949 terhadap kota Yogyakarta secara secara besar-besaran yang direncanakan dan dipersiapkan oleh jajaran tertinggi militer di wilayah Divisi III/GM III dengan mengikutsertakan beberapa pucuk pimpinan pemerintah sipil setempat berdasarkan instruksi dari Panglima Besar Sudirman, untuk membuktikan kepada dunia internasional bahwa TNI - berarti juga Republik Indonesia - masih ada dan cukup kuat, sehingga dengan demikian dapat memperkuat posisi Indonesia dalam perundingan yang sedang berlangsung di Dewan Keamanan PBB dengan tujuan utama untuk mematahkan moral pasukan Belanda serta membuktikan pada dunia internasional bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih mempunyai kekuatan untuk mengadakan perlawanan. Soeharto pada waktu itu sebagai komandan brigade X/Wehrkreis III turut serta sebagai pelaksana lapangan di wilayah Yogyakarta.

Uluwatu-nya Gunung Kidul ( Pantai Ngobaran & Pantai Ngrenehan )

Minggu kemarin ( 26 Februari 2012 ) saya bersama adik pergi ke Pantai Ngobaran & Pantai Ngrenehan di Gunung Kidul. Jarak yang kami tempuh dari rumah (Klaten) ke Pantai Ngobaran & Ngrenehan kurang lebih 70 km. Karena saya belum pernah menyusuri wilayah Gunung kidul, maka saya memperkirakan perjalanan akan memakan waktu sekitar 3 jam. Kami berangkat dari rumah pukul 08.30 wib.

Senin, 06 Februari 2012

Once again,,,,,, Berkunjung Ke Pantai Glagah

Akhir bulan ini saya berkesempatan untuk menikmati hari minggu dengan maen ke pantai. Biasanya saya akan malas bepergian di tanggal tua seperti ini, dan alasannyapun cukup klasik yaitu KANKER ( Baca belum Gajian ) hehe.. Sebenarnya, saya sudah pernah ke Pantai Glagah seperti postingan saya ( Klik di sini ). Namun karena tante saya ( Baca Lek Rini ) yang bekerja di Singaraja Bali belum pernah kesana, jadi harus menjadi guide untuk mengantarnya mengunjungi salah satu pantai wisata di Jogja. Kebetulan Lek Rini sedang libur kerja karena umat Hindhu di Bali sedang merayakan Galungan & Kuningan.

Sabtu, 07 Januari 2012

Tempat wisata baru di Klaten

Dulu Gondang terkenal sebagai Pabrik Gula, bahkan masih terkenal sampai sekarang. Namun, kini di belah barat Pabrik gula ini telah dibuat sebuah tempat untuk wisata khususnya anak-anak. Sejenis Waterboom namun lebih kecil.

Siang ini saya bersama beberapa saudara ( Jarot, Dina,Lek Rini, Ibunya Dimas, Dimas, Elyna, Indah, dan Yogo ) pergi ke Wisata Gondang Winangun. Jarak dari rumah kami ( Jatinom ) sekitar 8 km dengan mengendarai motor. Wisata Gondang ini terletak di Jalan raya Jogja Solo tepatnya di desa Kraguman, Klaten.

Tiket masuk di tempat ini Rp. 5.000,- per orang. Sebelum berenang, kami masuk ke tempat terapi ikan dan harus membayar lagi Rp. 2.000,- per orang. Ikan – ikan yang dipakai untuk terapi tidak ditempatkan di kolam melainkan di sebuah tempat yang dibuat seperti sungai.





Di sebelah tempat terapi ikan, lantainya di pasang beberapa macam baru kerikil yang biasanya digunakan untuk terapi kaki juga… Sangat menarik… Sedangkan di sudut tempat terdapat air mancur yang biasa digunakan untuk berfoto ria pengunjung.


Puas beada di terapi ikan, kami melanjutkan ke kolam renang anak dan dewasa. Kolam renang di tempat ini dibuat panjang seperti sungai juga. Sehingga anak-anak bisa puas mengelilingi kolam. Bagi yang belum bisa berenang, di tempat ini juga disediakan Ban untuk belajar berenang.


Fasilitas di tempat ini di antaranya Flaying fox untuk anak, mengelilingi pabrik gula dengan kereta, kolam renang, terapi ikan, dll. Sayangnya tempat ini belum terjaga kebersihannya karena di sekitar kolam renang bagian depan banyak daun kering yang ada di dalam kolam..
Semoga saja, tempat ini akan diperbaiki dan diperluas sehingga menjadi salah satu tempat wisata yang menarik di klaten…



^Yuden_Japan^

Menjalin keakraban di Taman Kyai Langgeng & Pantai Depok

Setelah ditunda lebih dari 2 bulan karena adanya bencana Gunung Merapi. Akhirnya piknik karyawan bersama keluarga yang diadakan oleh perusahaan dilaksanakan.
Pukul 06.30 seluruh katyawan bersama keluarga yang ikut telah berkumpul di halaman perusahaan. Sebelum berangkat piknik, terlebih dahulu diadakan briefing pembagian waktu wisata dan penghargaan kepada karyawan yang telah bekerja selama 10 tahun.







Wisata perusahaan pada kesempatan ini menggunakan 5 buah bus dari agen bus Karya Jasa dengan tujuan Taman Kyai Langgeng dan Pantai Depok.



Rombongan meninggalkan Perusahaan untuk menuju Taman Kyai Langgeng pada pukul 07.30 wib. Perjalanan ditempuh dalam waktu ± 2 jam dikarenakan di sekitar Jumoyo jalanan tertutup pasir akibat lahar dingin dari Gunung Merapi.







Tepat pukul 09.30 wib rombongan tiba di tempat wisata Taman Kyai Langgeng. Setelah di data oleh petugas loket kami pun berpencar untuk menikmati wisata. Sebenarnya, taman wisata Kyai Langgeng lebih tepat untuk tempat wisata anak – anak. Karena fasilitas dan arena bermain lebih banyak untuk anak-anak. Diantaranya Kolam renang anak, role coster, flying fox, kereta mini,dll.









Meskipun demikian, kami tetap bisa menikmati wisata ini. Begitu pula Direktur kami yang dari Jepang yang mencoba naik becak mini.









Dua jam di Taman Wisata Kyai Langgeng sudah cukup membuat kami lelah sebab area yang luas mengharuskan kami banyak berjalan,. Pada pukul 12.00 rombongan meninggalkan Taman Kyai Langgeng untuk melanjutkan perjalanan menuju Pantai Wisata Depok.
Perjalanan menuju Pantai Depok cukup lancar dan hanya ditempuh dalam waktu satu setengah jam. Sampai di Pantai Depok sekitar pukul 14.00 wib.

Meskipun kami sudah lelah di tempat wisata sebelumnya, namun sebagian dari kami terlebih anak-anak masih sangat menikmati wisata di pantai ini, Sebagian dari mereka ada yang bermain pasir, berenang, naik motor ATV, dll.
Sedangkan ibu-ibu lebih banyak yang berbelanja oleh-oleh yaitu berbagai macam ikan yang telah di masak.







Karena waktu sudah sore, kami pun segera meninggalkan Pantai Depok Untuk pulang.
Berangkat dari pantai Depok pukul 17.00 wib dan sampai di perusahaan pukul 18.30.
Sungguh, wisata yang menyenangkan…. Meski hanya di tempat yang ada di dekat saja, namun semuanya begitu menyenangkan karena adanya kebersamaan antara keluarga karyawan… Acara wisata ini juga menjalin kedekatan dengan sesama rekan-rekan kerja maupun Atasan. Seperti beberapa teman saya ini.









^Yuden_Japan^

Rabu, 04 Januari 2012

Sejenak mengenal Tana Toraja ( Tator )

Sebenarnya saya main ke Tana Toraja sudah sejak bulan agustus 2009. Karena saat itu saya belum punya Blog & tidak berpikir unutk punya blog. Maka perjalanan saya hanya diabadikan lewat kamera HP saja dan baru sekarang bisa menulisnya di Blog,

Tana Toraja adalah nama sebuah kabupaten yang terletak di provinsi Sulawesi Selatan dengan Ibu kota Makale. Saat itu saya sedang bekerja dan ditempatkan di Palopo Sulawesi Selatan. Kebetulan, ada teman kerja yang asli orang Tana Toraja tepatnya di Rantepao yang bernama Mas Sem.
Karena bulan Nopember saya sudah harus pulang ke jawa ( Klaten ) makan pada bulan tangggal 22 Agustus 2099 saya diantar seorang teman kerja untuk berkunjung di Tana Toraja.

Perjalanan dari palopo ke Tana Toraja ditempuh dalam waktu ± 4 jam dengan mengendarai sepeda motor. Jalanan yang kami lalui adalah mendaki, karena memang Palopo dan Tana Toraja terpisah dengan bukit-bukit.
Perjalanan kami sempat terhambat karena adanya longsor di sebuah tebing sehingga setengah badan jalan tertutup lumpur. Meskipun sudah ada upaya dari pemerintah dan warga setempat, namun Lumpur masih menghambat perjalanan para pengguna jalan.

Saya pun turun dari motor dan jalan di antara Lumpur yang licin, sedangkan Pak Tisna mendorong motor yang bagian ban telah diberi rantai pinjaman dari waraga yang bergotong royong di tempat tersebut.
Setelah lebih dari 3 jam melewati jalanan yang menanjak dengan panorama gunung dan sawah, akhirnya kami sampai di kabupaten Tana Toraja.

Tujuan pertama kami adalah pasar kerbau yang terkenal di Tana Toraja ( Lupa namanya He..he.. ) Di sana banyak terdapat kerbau dan babi yang akan diperjualbelikan. Sebagian besar penduduk Tana Toraja beternak Kerbau atau Babi. Karena biasanya Kerbau maupun babi tersebut di gunakan saat ada upara pemakaman.

Setelah puas jalan-jalan di sekitar pasar, kami pun segera ke tempat pemakaman atau tempat peletakkan jenazah bagi warga Tana Toraja yaitu Kete’Kesu.
Sebelum memasuki area pemakaman/peletakan jenazah, terlihat beberapa rumah adat yang terkenal dengan sebutan rumah tongkonan. Atapnya terbuat dari daun pipa/kelapa dengan hiasan tanduk kerbau di tiang depan rumah dan mampu bertahan sampai 50 tahun.





Menurut kepercayaan penduduk Tana Toraja orang yang meninggal tidak dengan sendirinya mendapat gelar orang mati. Bagi penduduk setempat, sebelum terjadi upacara rambu solo maka orang meninggal dianggap sebagai orang sakit, sehingga harus diperlakukan layaknya orang hidup seperti menyediakan makanan,minuman, sirih, atau rokok.


Orang yang meninggal biasanya di simpan di tongkonan maupun ruangan yang terbuat dari beton sebelum di pindahkan ke tebing tempat meletakkan jenazah untuk terakhir kalinya..





Dan inilah tebing tempat meletakkan jenazah penduduk Tana Toraja..





Sayangnya, di sini banyak tulang-tulang manusia yang tidak terurus dan dibiarkan begitu saja di skitar tebing







Setelah puas berjalan – jalan di Kete’kesu, kamipun segera pulang karena sudah sore dan mendung. Namun, kami menyempatkan untuk membeli oleh – oleh sebagai kenangan kalau pulang ke jawa. Sayapun membeli Hiasan & jam dinding ukiran khas toraja, Kopi Toraja ( Arabica ), gantungan kunci ukiran toraja, Kaos Toraja & juga Terong belanda.

Semoga, kebudayaan Tana Toraja akan selalu terjaga kelestariannya..



¤* Yuden_Japan *¤

Selasa, 27 Desember 2011

Menikmati ombak Pantai Glagah

Libur tlah tiba… Libur tlah tiba… Hore…Hore…Hore…”

Sebelumnya, met natal untuk sahabat semua yang merayakan.. Semoga damai, semangat dan suka cita natal pada kita untuk menghadapi tahun yang baru…

Libur kali ini saya bersama adik (Jarot) berkunjung ke pantai Glagah. Pantai yang terletak di desa Glagah kecamatan Temon Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta ini berjarak sekitar 72 km dari klaten. Kami berangkat dari klaten sekitar pukul 09.15 wib dan tiba di pantai glagah sekitar pukul 11.50 karena kami mampir ke swalayan untuk membeli minuman dan jalanan cukup macet karena musim liburan.
Untuk sampai di pantai Glagah tidak terlalu sulit. Kita cukup mengikuti papan arah menuju Purworejo. Selanjutnya akan ada papan arah untuk menuju Pantai Glagah.





Retribusi masuk kawasan Pantai cukup murah, hanya Rp. 3.500,- per orang.
Sesampainya di pantai, angin kencangpun menyambut kami. Panas terik matahari sudah tak terasa karena sejuknya angin. Pantai ini sangat indah dan kebersihannya cukup terjaga dibandingkan beberapa pantai lainnya ( Parang Tritis, Depok, Kwaru, dll ). Sayangnya, masih ada beberapa proyek di Pantai ini yang sedikit menganggu pengunjung dengan adanya alat berat di sekitar Pantai.






Beberapa fasilitas di Pantai Glagah antara lain Laguna dengan kedalaman 2 meter. Sehingga aman untuk anak-anak yang ingin bermain air dan tidak harus ke laut. Terdapat juga perahu nelayan yang digunakan untuk mengelilingi Laguna dengan tarif Rp. 5.000,- per orang dan juga kolam renang anak.





Pantai yang berpasir hitam kecoklatan ini akan lebih indah bila dinikmati dari atas beton yang digunakan untuk memecahkan ombak. Sehingga ketika ombak datang, air akan naik ke atas menerjang beton pemecah ombak.









Puas menikmati Indahnya Pantai, kamipun menuju arah barat pantai Glagah untuk menuju perkebunan buah Naga. Sepanjang perjalanan kami menikmati pemandangan yang tak kalah menarik. Yaitu di sebelah kiri terdapat tanaman Pandan yang telah tua, sehingga banyak dimanfaatkan pengunjung untuk beristirahat sambil memandang laut luas.





Sedangkan sebelah kanan jalan terhampar perkebunan buah naga milik warga





Setelah 500 meter menyururi jalan, kamipun sampai di sebuah perkebunan buah naga Kusuma Wanadri.



Untuk memasuki perkebunan Buah Naga, kita harus membayar Rp. 1.000,- per orang dan tambah Rp. 10.000,- apabila kita akan berfoto-foto di area perkebunan.





Di perkebunan ini pengunjung tidak boleh memetik buah, bunga maupun merusak pohon. Jika ingin membawa oleh-oleh buah naga, di luar kebun telah tersedia buah Naga dengan berbagai ukuran & jenis dengan harga yang cukup terjangkau. Antara Rp. 10.000,- s/d Rp. 25.000,- per kg. Tersedia juga sirup buah naga dengan harga Rp. 25.000,- per botol dan bibit buah naga dengan harga Rp. 25.000,- per meter.











Puas menikmati kebun buah naga dan telah membeli oleh-oleh kamipun segera pulang.
Ya Allah… Terima kasih untuk hari ini… Amin Ya Robbal’alamin..

^ Yuden Japan ^