Yuden Japan

Jumat, 02 Maret 2012

My FlashBack : My life at Palopo City

Pertama menginjakan kaki di Palopo saya sedikit kecewa. Saya kira daerah itu sudah benar-benar KOTA. Karena namanya saja KOTA PALOPO. Saya di Palopo tinggal di sebuah rumah yang disewakan perusahaan di Jalan Nenas No 28 kurang lebih selama 4 bulan. Rumah ini hanya berjarak 1 km dari stadion Lagaligo dan 2 km dari pasar sentral Palopo. Namun, karena suatu hal akhirnya saya pindah di rumah yang berada di Jalan Anggrek No. 9.





Selama di Palopo saya mencopa makan makanan sulawesi. Diantaranya Dange dan kapurrung. Ketika saya membeli Dange di Pasar saya awalnya penasaran melihat bentuknya yang kotak putih dan kelihatan menggoda untuk dinikmati. Namun, setelah mencoba ternyata rasanya hambar agak gurih. Hampir sama dengan nasi. Maklum lah, Dange kan terbuat dari sagu.



Ketika Dange tak cocok di mulut, saya pun mencoba makanan yang bernama “Kappurung”. Tapi, lagi-lagi masakan itu tak cocok di mulut saya. Karena saya tak suka masakan asam dan sagunya itu loh… Hiiiii…Kayak gak bisa ditelan. Hehe…

*****
Di Palopo tempat yang saya kunjungi hanyalah Masjid Jami’ Tua yang sering saya lihat ketika akan ke BRI, pelabuhan palopo, Tana Toraja dan Air terjun Latupa.



Air terjun Latupa ini berjarak 10 km dari Kota Palopo dengan jalanan yang sempit, rusak dan menanjak. Di kanan kiri jalan banyak terdapat pohon kakao. Udara disini juga dingin banget, sayangnya tempat wisata ini tidak dikelola dengan baik oleh Pemda setempat.

Hal yang saya suka dari Palopo:

1.Udaranya sejuk
Saya lebih suka tinggal di suatu daerah yang tidak panas. Itu syarat wajib bagi saya untuk tinggal di suatu daerah.

2.Pemandangan Sekitar tempat tinggal
Dari depan rumah di Palopo setiap saat saya bisa memandang perbukitan hijau yang indah. Karena Palopo merupakan Daerah yang dikelilingi perbukitan

3.Transportasi
Kemanapun akan pergi selalu ada tukang ojek yang mengantarkan dan selalu mangkal di setiap ujung gang dengan harga yang related murah tanpa harus menawar.


Hal yang tidak saya suka dari Palopo:

1.Tidak ada tempat wisata yang menarik
Hampir setiap hari libur saya hanya menghabiskan waktu dengan berbelanja ke Pasar Sentra Palopo aja…

2.Listrik padam bergilir
Setiap hari listrik di Palopo selalu padam bergilir. Mati 6 jam dan nyala 6 jam. Itu SETIAP HARI selama saya di Palopo.

3.Bahasa
Sebagian besar orang Palopo lebih sering menggunakan bahasa daerah ( Bugis & Makasar ). Padahal saya tak begitu paham. Wahhh… Kayaknya sumpah Pemuda di daerah Palopo Gagal tuuuuhhhhh…

Di Kota Palopo lah kota yang paling lama saya jadikan tempat tinggal setelah Klaten tercinta tentunya.. Dan disana pula saya merayakan Ultah untuk yang pertama kali selain di Klaten. Kota mana lagi yang akan saya jadikan tempat tinggal ( Minimum 3 bulan )….??? Kita tunggu episode selanjutnya… Hehe…

Semoga, saya bisa berkunjung lagi ke Palopo untuk sekedar menyambung silahturahmi dengan teman-teman di sana.


^Yuden_Japan^

0 komentar:

Posting Komentar