Yuden Japan

Selasa, 20 Desember 2011

TIGA JAM MENGINJAKKAN KAKI DI BULELENG

Pagi ini saya mendapat kabar bahwa lek Rini opname di rumah sakit. Dan sayapun disuruh simbah untuk mengantarkan lek Erna ( kakak ipar lek Rini ) ke Bali biar bisa mengurus lek rini. Maklum, di Bali lek rini hanya tinggal sendirian di kos dan tidak ada saudara kami yang disana.

Pulang kerja sekitar jam 12.45 saya langsung ke agen bis langganan saya. Biasanya saya,lek rini maupun keluarga yang lain kalau akan bepergian ke Bali selalu menggunakan bis Gunung Harta atau Safari Dharma Raya. Namun, setelah di cek oleh agen, ternyata kedua bus tersebut sudah penuh. Tersisa Gunung Harta dengan nomor kursi paling belakang yaitu 26 dan 27. Dan yang terpikir oleh saya saat itu adalah “Dekat toilet & mesin bus, pasti berisik banget”.
Kemudian saya minta dicarikan bus alternative lain, dan ternyata ada bus Pahala Kencana dengan tempat duduk 1B & 2B. Dan kamipun setuju untuk mengambil tempat duduk tersebut. Biarpun tidak bisa bersampingan duduknya dengan Lek Erna, setidaknya bisa duduk di depan.




Tepat jam 16.00 bus datang dan kamipun berangkat ke Bali. Gerimis menemani perjalanan kami sore itu. Namun, belum sampai di Solo lek Erna sudah mabuk kendaraan. Kemudian di Solo waktu bis berhenti untuk menaikkan penumpang, sayapun turun untuk membelikan antimo. Namun, ternyata biarpun sudah minum antimo, lek Erna masih saja mabuk. Biasanya saya selalu bawa Wedhang jahe atau membuat sekoteng kalau bepergian dengan bis, sebagai jaga-jaga kalau di perjalanan perut saya mual atau ingin muntah. Tapi, karena kali ini mendadak, jadi saya pun tak sempat membuat wedhang jahe.

Sekitar pukul setengah sembilan malam, bis berhenti di rumah makan Duta Ngawi. Kami pun turun menuju toilet rumah makan untuk membersihkan diri kemudian makan secara prasmanan dan gratis ( karena sudah satu paket dengan harga tiket bis ). Setelah setengah jam beristirahat, kami segera naik bis untuk melanjutkan perjalanan.
Tidak seperti biasanya, kali ini kami sampai di pelabuhan Banyuwangi pada jam 07.45 dan mulai menyebrang pada pukul 08.00. Padahal kalau naik bis Gunung Harta atau Safari Dharma Raya pukul 05.00 sudah menyebrang.







Selama di kapal kami hanya duduk menikmati indahnya laut di pagi hari. Sayangnya, kami sudah kesiangan untuk bisa menikmati matahari terbit.







Sesampainya di pelabuhan Gilimanuk ( Bali ) semua penumpang harus turun untuk menunjukkan KTP sedangkan bis akan diperiksa oleh polisi pelabuhan. Sekitar 1 km pelabuhan, kami ( lek erna & saya ) harus berhenti di agen bis untuk ganti travel yang menuju ke Singaraja. Sedangkan Bis melanjutkan ke Denpasar. Perjalanan dari Agen bis sampai Singaraja ditempuh dalam waktu ± 2 jam dengan pemandangan sebagian besar hutan dan lautan.

Tepat pada pukul 11.00 kami sampai di Singaraja. Kamipun langsung menuju kos lek rini untuk mengambilkan baju ganti dan beberapa perlengkapan mandi. Selanjutnya Kami menuju rumah sakit untuk menemui lek rini. Sesampai di rumah sakit, sebenarnya saya ingin istirahat sebentar sebelum naik bis lagi untuk pulang. Namun, sesampai di rumah sakit, saya harus menemui dokter untuk meminta agar periksa lek Rini kemudian saya harus menebus resep obat.
Untuk menebus resep obat, kami ( Saya & Lek Erna )harus berkeliling Singaraja dan menanyakan ke beberapa Apotik yang ada di sana. Untungnya, saya pernah berlibur di Singaraja cukup lama. Jadi untuk berkeliling & mencari Apotik, saya tidak begitu kesulitan. Setelah keluar masuk ke beberapa Apotik ( K 24, Kimia Farma, Apotik Anugerah, Apotik RSU TNI AD, dll ) Akhirnya kami bisa mendapatkan obatnya di Apotik Mandiri yang berada di jln. Ahmad Yani samping Agen Bis Safari Dharma Raya.

Karena Bis yang saya tumpangi untuk pulang nanti berangkat jam setengah 3. Sayapun segera pamitan dengan lek rini untuk pulang. Sebenarnya tak tega meninggalkan lek rini,namun karena besok saya harus masuk kerja terpaksa hari ini juga saya harus pulang. Selesai berpamitan saya diantar lek Erna ke Agen bis Pahala Kencana lagi. Sebelum ke agen bis, saya menyempatkan diri untuk ke pelabuhan yang terletak di sebelah Utara Singaraja atau sekitar 1 km dari Singaraja.






Ternyata masih sama dengan dua tahun yang lalu ketika saya berlibur di sana… Rasanya ingin duduk berlama-lama di pelabuhan untuk makan kepiting asam manis di warung yang berada di atas laut sambil menikmati deburan ombak yang menerjang tiang penyangga warung…






Lain kali aku akan kembali lagi untuk menikmati semuanya….
Setelah jam 14.15 saya segera ke Agen bis Pahala Kencana. Dan tepat jam setengah tiga, travel membawa saya dan beberapa penumpang lainnya meninggalkan singaraja.

Setengah lima kami sampai di Agen bis yang tadi pagi saya gunakan untuk transit. Setelah menunggu 30 menit, bis dari Denpasar datang dan saya segera masuk bis mencari tempat duduk 6A. Kali ini saya mendapat tempat duduk agak di belakang karena tempat duduk di depan sudah banyak di pesan jauh hari sebelumnya.




Setelah mengantri selama 30 menit di pelabuhan Gilimanuk untuk memasuki kapal. Akhirnya tepat jam 18.00 wita bis masuk kapal dan menyebrang menuju pelabuhan Banyuwangi. Saya berharap semoga semuanya lancar dan saya bisa sampai klaten sebelum jam 6 pagi agar tidak terlambat masuk kerja…





Semoga Lek Rini cepat sembuh ya…Aku selalu mendoakanmu…



Ya Allah, terima kasih untuk segala karuniaMU..
Ya Allah… Hamba mohon, berikanlah kesembuhan untuk Lek rini,
karena hanya Engkaulah yang bisa menyembuhkannya…

Ya Rabb…. Ampuni segala dosa dan kesalahan yang kami lakukan baik lewat perkataan,perbuatan maupun angan dan pikiran kami…

Amin Ya Robbal ‘alamin…


“ Yuden Japan “

0 komentar:

Posting Komentar